Profil dan Sejarah AC Milan

  • Whatsapp
Skuad Pemain AC Milan
Logo Klub AC Milan
Lihat Juga:
Sejarah AC Milan
Jadwal AC Milan Musim ini
Skuad AC Milan Musim ini
San Siro – Stadion Kandang AC Milan

Profil dan Sejarah AC Milan – Klub sepakbola asal kota Milan, Italia ini di juluki I Rossoneri (The Red and Blacks) yang mengacu pada warna jersey mereka serta Il Diavolo (The Devil).

Profil AC Milan

Nama:Associazione Calcio Milan S.p.A.
Didirikan:1899
Alamat:Via Filippo Turati 3 20121 Milano
Negara:Italia
Stadion Kandang:San Siro
Warna Jersey:Merah Hitam
Sponsor Utama:Emirates
Kit Sponsor:Adidas
Ketua Klub:Paolo Scaroni
Pelatih:Marco Giampaolo
Website:www.acmilan.com
Email:
Telepon:+39 (02) 622 81
Faks:+39 (02) 659 8876

Sejarah AC Milan

Tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu simbol Italia paling terkenal seperti AC Milan sebenarnya didirikan oleh dua ekspatriat Inggris, Herbert Kilpin dan Alfred Edwards.

Di awal berdririnya pada 13 Desember 1899, klub ini merupakan bagian dari tim kricket. Yang saat itu diberi nama Milan Foot-Ball dan Cricket Club.

Seiring semakin berkembangnya sepakbola dan lebih dominan di banding Cricket, pada tahun 1919 klub ini berganti nama menjadi Milan FC. Nama ini mengalami pergantian lagi, pertama menjadi Milan Associazione Sportiva dan kemudian menjadi Associazione Calcio Milan atau AC Milan yang digunakan sampai saat ini.

Milan FC dengan cepat berkembang dan meraih Scudetto pertama mereka hanya dua tahun berselang. I Rossoneri kemudian merengkuh dua titel scudetto lagi di tahun 1906 dan 1907.

Namun, akibat adanya perpecahan klub di tahun 1908 yang menjadi awal terbentuknya tim saingan mereka, Internazionale. klub ini harus menunggu hingga 40 tahun mendatang untuk memenangkan gelar berikutnya.

Era Gre-No-Li

Gre-No-Li-
Gre-No-Li-

Il Diavolo memasuki era kebangkitan mereka pada tahun 1951. I Rossoneri yang kala itu diperkuat oleh Trio Penyerang Swedia yang dikenal dengan julukan Gre-No-Li: Gunnar Gren, Gunnar Nordahl dan Nils Liedholm mampu memenangkan scudetto ditahun tersebut.

Tim ini terus menikmati masa keemasan mereka hingga 20 tahun kedepan. dimana mereka memenangkan tujuh Scudetto, dua Piala Eropa (kemenangan I Rossoneri di Piala Eropa pada tahun 1963 adalah yang pertama untuk tim Italia di kompetisi ini) dan dua Piala Winners, serta empat trofi Coppa Italia.

Hingga saat ini, Gunnar Nordahl merupakan Pencetak gol terbanyak AC Milan Sepanjang Masa dengan torehan 221 gol.

Skandal Perjudian Totonero

Totonero
Totonero GDS

Setelah menikmati era kejayaan, I Rossoneri kemudian terjerat Skandal perjudian Totonero di tahun 1980.

Skandal ini terungkap pada 23 Maret 1980 oleh Guardia di Finanza (polisi keuangan Italia), setelah dua pemilik toko Roma, Fabio Trinca dan Massimo Cruciani, menyatakan bahwa beberapa pemain sepak bola Italia “menjual” pertandingan sepak bola untuk mendapatkan uang.

Milan adalah salah satu tim yang dihukum dan diturunkan ke Serie B. sementara presiden klub Felice Colombo dilarang terlibat dalam sepakbola seumur hidup. Meskipun mereka kembali ke Serie A pada tahun berikutnya, tapi mereka kembali terdegradasi pada tahun 1982.

Dua tahun berselang, Silvio Berlusconi mengambil alih klub dan mulai membangun kembali I Rossoneri yang sebelumnya porak poranda akibat Skandal tersebut.

Berlusconi merupakan seorang Politisi dan Taipan media yang kontroversial. ia menjadi pemiliki I Rossoneri selama lebih dari dua puluh tahun hingga 2017, ketika klub dijual kepada investor Cina.

Tim Terbesar Dalam Sejarah

I Rossoneri
AC Milan Squad

Masuknya Berlusconi sebagai pemimpin klub membawa Milan kembali ke jalan kejayaan mereka.

Di bawah arahan pelatih muda berbakat Arrigo Sacchi, I Rossoneri berubah menjadi kekuatan alam.

Mereka dengan cepat memenangkan Scudetto kesebelas pada tahun 1988 dan dua Piala Eropa dalam dua tahun berikutnya.

Kinerja Tim ini di Piala Eropa musim 1988-89 dianggap sangat mengesankan, mereka menghancurkan Real Madrid di babak semifinal dengan skor 5-0 lalu mengalahkan Steaua București, 4 gol tanpa balas di final Liga Champions.

Skuad Milan di musim berikutnya yang di huni oleh trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard dan Marco Van Basten juga terpilih menjadi Tim Terbaik Sepanjang Masa Pilihan UEFA.

Selain jumlah talenta yang sangat luar biasa di lapangan, keberhasilan Rossoneri dalam retan waktu tersebut juga tidak terlepas dari suksesnya sistem zona marking ala Sacchi.

The Invicables

Meskipun Arrigo Sacchi dan Bintang-bintang Belanda telah pergi, akan tetapi Rossoneri terus melanjutkan dominasi mereka di kancah domestik dan eropa pada tahun 90an.

Di bawah arahan pelatih Fabio Capello dan bintang-bintang baru seperti Marcel Desailly, Dejan Savićević dan Zvonimir Boban, Rossoneri menambah lima Scudetto serta satu trofi Liga Champions kedalam lemari, setelah mengalahkan Barcelona denga skor telak 4-0 di final.

Dalam periode ini Rossoneri disebut dengan “Gli Invicibili” karena mereka tidak terkalahkan dalam 58 pertandingan secara beruntun.

Era 2000 Hingga 2019

Il Diavolo dianggap mengalami penurunan setelah hanya memenangkan 2 Scudetto, 2 Liga Champions, 1 gelar Coppa Italia, dan Supercoppa Italia dalam 19 tahun terakhir.

Kepergian dan pensiunnya beberapa pilar penting dari tim seperti Andriy Shevchenko, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Kaká, Alessandro Nesta dan Paulo Maldini. membuat Il Diavolo kesulitan untuk tampil konsisten.

 I Rossoneri
AC milan (2007 champions league final)

Tapi terlepas dari hal itu, AC Milan merupakan tim asal italia tersukses di kompetisi Liga Champions dengan raihan tujuh gelar mengungguli Jawara Italia, Juventus dan tim Italia pertama yang meraih Treble Winners, Inter Milan.

Sementara di Level Domestik, Il Diavolo memiliki 18 Scudetto lebih banyak dari milik AS Roma, Lazio, Fiorentina & Napoli jika digabungkan.

Trofi AC Milan

Gelar Domestik

  • Serie A (18): 1901, 1906, 1907, 1950–51, 1954–55, 1956–57, 1958–59, 1961–62, 1967–68, 1978–79, 1987–88, 1991–92, 1992–93, 1993–94, 1995–96, 1998–99, 2003–04, 2010–11
  • Serie B (2): 1980–81, 1982–83
  • Coppa Italia (5): 1966–67, 1971–72, 1972–73, 1976–77, 2002–03
  • Supercoppa Italiana (7): 1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011, 2016

Gelar Eropa

  • Champions League (7): 1962–63, 1968–69, 1988–89, 1989–90, 1993–94, 2002–03, 2006–07
  • Cup Winners’ Cup (2): 1967–68, 1972–73
  • UEFA Super Cup (5): 1989, 1990, 1994, 2003, 2007

Gelar Dunia

  • Intercontinental Cup (3): 1969, 1989, 1990
  • FIFA Club World Cup (1): 2007

Related posts